Catatan kecil perjalanan hidupku... Langkah kecil di satu masa, yang kan menjadi kenangan suatu saat nanti.
Selasa, 25 Mei 2010
Roseola (lagi) + diare
Satu bulan pasca gempuran penyakit yang datang bertubi-tubi, tiba-tiba Icha demam lagi.
kali ini aku tetap observasi sambil memastikan gejla apa saja yang muncul, untuk mengetahui penyakit apa yang menyapa anakku.
Selasa pagi, 4 Mei 2010, mulai meninggi suhunya. Demam on-off mulai siang hari sampai Rabu pagi. Sekitar 20 jam Icha mengalami demam. Treatment yang aku kasih cuma parasetamol aja. Gak ada gejala lain yang menyertainya. Demam kali ini tidak mengkhawatirkan. Meskipun suhu tertingginya mencapai 39.7 dercel, tapi Icha gak gelisah dan rewel. Sempat suruh adik beli bye-bye fever (mana dibelikan satu pak lagi, isi 10 lembar). Begitu ditempelin ke dahi, Icha langsung kaget dan mengkeret gitu. ok gini reaksinya? Aku coba tempelin ke dahiku. Lha dalah!!! Ternyata yang terasa sensasi menthol. Ya pantes aja Icha kaget. Wong lagi demam kok dikompres dingin. Akhirnya aku lepas deh. Aq ambil air panas dispenser, di-combine dikit sama air biasa, lalu aku kompres ke dahi, leher, dan ketiak Icha. Agak lumayan.
Yang bikin agak berat adalah, saat itu suamiku gak bisa pulang kerumah. Sebelumnya, pacar adik iparku masuk RS, karena didiagnosa bronchitis. Malam itu, suami lagi nganter adiknya wara-wiri di RS. Apalagi adiknya Indra (pacar adik iparku) yang dari Jepang datang. Jadi yang nungguin Indra otomatis adiknya itu. Nah, adik iparku pulang ke kost-kostan deh. Jadi suamiku ngurusin ini sampe jam 23.30. Aku memang sengaja gak bilang ke suamiku tentang kondisi Icha. Toh juga demam biasa. Kasihan suamiku yang malah kepikiran kalo aku beritahu juga kondisi Icha yang sebenarnya.
Pagi hari, saat kondisi Icha stabil, suamiku telpon. Katanya, kangen sama Icha. Baru saat itulah aku ceritakan semuanya. Maaf ya Pa, Mama gak cerita. Aku gak pingin bikin lebih kawatir.
Setelah demam turn, ternyata muncul ruam-ruam merah di punggung, dada, leher dan muka. Aku ragu, ini alergi atau roseola ???? masa' kena roseola lagi sih????
kalo campak gak mungkin, karena ruam baru muncul saat demam sudah turun.
Selain ruam, Icha juga terserang diare. Total hari Rabu itu ada 12 kali pup cair, berlendir. Cuman aku kasih oralit aja. Ortu sih maksa suruh bawa ke dokter. Tapi aku observasi dulu. Toh Icha juga masih lincah. Gak lemes.
Hampir satu minggu Icha terkena diare. Lama kelamaan gejala mengarah ke disentri. Karena ada serabut-serabut merah seperti darah di pupnya. Langsung aku ambil sampel feses, lalu bawa ke lab untuk cek feses rutin + darah samar. Hasilnya ? negatif semua, kecuali darah samar yang positif. Setelah itu keesokan harinya au putuskan ke dokter, untuk konsultasi. Ternyata dibilang kena GI (GastroIntestinal). Dikasih Sanprima syrup, L-Bio, dan Sangobion Drop. Yang Sanprima gak aku tebus, karena aku yakin Icha gak perlu. Kan hasil bakterinya negatif.
Setelah dapat resep tradisional dari mertua, ternyata diarenya Icha mereda lho. Ini resepnya :
- untuk Icha : kunci dan kunyit dengan perbandingan 1 : 3, diparut. lalu diperas dengan 3-4 sendok makan air. air perasannya didiamin. kalo udah mengendap, ambil yang bagian atas. diamin lagi. setelah mengendap, ambil lagi yang bagian atas. 1 sendok makan aja. tambahkan sedikit madu. minumkan.
- untuk aku : kunyit 5 ruas, dan 6 lembar daun jarak direbus dengan 1 liter air. air rebusannya disaring, lalu diminum 2x sehari, masing-masing setengah gelas. minum selama 3 hari.
Alhamdulillah, setelah minum ramuan ini, besoknya Icha sudah pup normal lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar