Catatan kecil perjalanan hidupku... Langkah kecil di satu masa, yang kan menjadi kenangan suatu saat nanti.
Minggu, 06 Juni 2010
Tumis daging apel vs apple mud. Pilih mana nak?
Mumpung hari minggu, bangun pagi2 lalu cuci baju. Begitu Itza bangun, langsung aq mandiin. Segar sudah. Saatnya bercengkerama sama papa. Mama mau praktek di dapur.
Masak tumis daging apel dulu, habis itu nyiapin bahan, terus membuat apple mud. Selesai jam 11, dari jam setengah 8 pagi. Huftttt!
Saat disajikan, ternyata Itza lebih memilih apple mud. Hahaha. Ya Iyalah, wong yang dimakan apple mud dulu, baru nyoba tumis daging apelnya. Jelas kalah gurih.
Gpp lah. Buat nanti sore ajah.
Walaupun penampilan apple mud hancur, tp rasanya mantapzz! Pantes Itza lahap.
Senin, 31 Mei 2010
Happy birthday, Maritza sayang
Hari ini, 31 Mei 2010, hari yang sangat berarti untuk Surabaya. Hari ini adalah hari jadi kota Surabaya. Hari ini juga, hari yang sangat berarti bagi mama dan papa. Karena tahun lalu, suara tangismu terdengar untuk pertama kalinya. Doa mama terkabul, kamu lahir di hari Minggu agar papa bisa menyaksikan proses kelahiranmu. Mama bahagia, semua warga kota ikut merayakan hari lahirmu.
Hari ini, satu tahun sudah Icha menemani mama dan papa. Kamu memberikan banyak hal berharga dalam hidup ini, yang tak bisa diganti apapun.
Ceriamu, tingkah lucumu, tangisanmu, rengekan manjamu, dan segala perilakumu, benar2 berarti buat mama. Mama bangga bisa menjadi orang pertama yang menyaksikan setiap kemajuan pertumbuhanmu. Kamu cepat sekali tumbuh. Terasa baru kemarin mama mengandung kamu, sekarang kamu sudah sebesar ini.
Sayangku, pelita hati mama, doa mama selalu menyertai tiap langkah yang kau buat. Bersinarlah sayang, bersinarlah penuh kemuliaan, seperti namamu, anugerah Tuhan yang bersinar penuh kemuliaan.
Label:
1 th,
birthday,
Surabaya,
Ulang tahun,
ultah
Sabtu, 29 Mei 2010
Maritza 1th
1. Udah bisa bilang mama, papa, oo (mbahkung), ee (tante), aemm (minta air putih), nono (minta ke arah tertentu sambil nunjuk jari).
2. Udah bisa beresin mainannya, tp masih mood2an. Kadang mau, banyakan ogahnya.
3. Lagi memupuk keberanian untuk belajar jalan. Baru berani trantanan. Kalo titah mah, sampe gempor yang nitah, sek blm mau berhenti. Yg jelas, gak mau kalo gak dipegangin.
3. Maunya maem sendiri. Kalo disuapin, dia minta sendoknya, lalu balik aku yang disuapin. Belepotan? Pasti!
4. Bosenan. Ya sama makanan, ya sama mainan.
5. Otoriter. Kalo keinginannya gak diturutin, langsung jerit2, ahhh..! ahhh..!
6. Peniru ulung. Baru lihat sesuatu, langsung ditiru. Tapi kalo diajarin sesuatu, banyak gak direkennya.
7. Lagi suka masang sepatu, masang kaos kaki, masang celananya. Padahal masuk kaki juga enggak. Cuma ditempel-tempelin ke kaki.
8. Kalo lihat sandal jepit, langsung kakinya dimasuk-masukin, kayak mau pake sandal. Dibantuin gak mau. Tapi dikasih sandalnya sendiri juga gak mau.
9. Tiap ketemu sikat gigi, langsung dimasukin mulut. Bukannya gigi yang disikat, tapi sikat giginya yang digigit.
10. Udah bisa disuruh bbrp hal. Kalo disuruh "mama sayang nak", langsung aku dicium. "matanya mana?", langsung kedip2in mata.
"papa mana?", langsung nunjuk ke frame foto kawinan yang dipasang di dinding kamar. Bisa tepuk tangan, kissbye, salim, salaman.
11. Udah bisa membuka botol dengan memutar ulirannya. Selain botol, toples juga bisa. Kalo udah dibuka, diacak-acak deh isinya.
12. Kalo mau minum di gelas, dia bakalan buka sendiri tutup gelasnya. Dan setelah minum, gelasnya ditutup lagi.
13. Suka main cilukba. Biasanya pake ngintip di sisi pinggir kursi yang berlubang ukirannya, atau pake gorden kamar depan kalo lagi ada orang didalam kamar.
14. Kalo denger lagu yang nge-beat, langsung berdiri terus joget-joget, sambil angguk-angguk (kadang suka kejedot karena angguk-angguknya terlalu semangat) dan ngakak-ngakak.
15. Manja banget sama mama. Maunya sama mama terus. Kalo lagi digendong orang lain, begitu lihat aku, langsung minta aku yang gendong.
16. Kalo lihat teman sebayanya, baik itu di tv atopun kalo lagi jalan-jalan, langsung nunjuk-nunjuk kearah anak itu, sambil ketawa-ketawa girang. Tapiiiiiii... Kalo disapa orang dewasa yang dia gak kenal, langsung deh. Mewek.
Masih banyak lagi hal hal lucu yang dibuatnya tiap hari. Yang jelas, semakin hari, semakin lucu, semakin pintar, semakin nggemesin, semakin luar biasa.
Kamis, 27 Mei 2010
Mandi pake gayung
Sore tadi, ritual mandi Icha sedikit berbeda. Biasanya sih habis badannya disabun, langsung masuk bak mandinya sambil mainan stacking rings. Dia asyik mainan, sambil dibilas badannya. Sesekali telapak tangannya dipukul-pukulin ke permukaan air, jadi airnya nyiprat kemana-mana.
Tapi sore tadi beda. Icha sama sekali gak mau masuk bak mandinya. Malah dia minta duduk di kursi kecil yang aku pake. Nah lho. Gimana bersihin badannya kalo gini? Udah penuh sabun lagi. Akhirnya, aku ambil gayung. Aku siram badan Icha pake gayung. Dia malah ketawa kegirangan. Diminta gayungnya, lalu dia mainan gayung itu sendiri. Waduh-waduh. Aku geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum lihat tingkah lucunya ini.
Ternyata, kamu cepat sekali besar nak.
Selasa, 25 Mei 2010
Roseola (lagi) + diare
Satu bulan pasca gempuran penyakit yang datang bertubi-tubi, tiba-tiba Icha demam lagi.
kali ini aku tetap observasi sambil memastikan gejla apa saja yang muncul, untuk mengetahui penyakit apa yang menyapa anakku.
Selasa pagi, 4 Mei 2010, mulai meninggi suhunya. Demam on-off mulai siang hari sampai Rabu pagi. Sekitar 20 jam Icha mengalami demam. Treatment yang aku kasih cuma parasetamol aja. Gak ada gejala lain yang menyertainya. Demam kali ini tidak mengkhawatirkan. Meskipun suhu tertingginya mencapai 39.7 dercel, tapi Icha gak gelisah dan rewel. Sempat suruh adik beli bye-bye fever (mana dibelikan satu pak lagi, isi 10 lembar). Begitu ditempelin ke dahi, Icha langsung kaget dan mengkeret gitu. ok gini reaksinya? Aku coba tempelin ke dahiku. Lha dalah!!! Ternyata yang terasa sensasi menthol. Ya pantes aja Icha kaget. Wong lagi demam kok dikompres dingin. Akhirnya aku lepas deh. Aq ambil air panas dispenser, di-combine dikit sama air biasa, lalu aku kompres ke dahi, leher, dan ketiak Icha. Agak lumayan.
Yang bikin agak berat adalah, saat itu suamiku gak bisa pulang kerumah. Sebelumnya, pacar adik iparku masuk RS, karena didiagnosa bronchitis. Malam itu, suami lagi nganter adiknya wara-wiri di RS. Apalagi adiknya Indra (pacar adik iparku) yang dari Jepang datang. Jadi yang nungguin Indra otomatis adiknya itu. Nah, adik iparku pulang ke kost-kostan deh. Jadi suamiku ngurusin ini sampe jam 23.30. Aku memang sengaja gak bilang ke suamiku tentang kondisi Icha. Toh juga demam biasa. Kasihan suamiku yang malah kepikiran kalo aku beritahu juga kondisi Icha yang sebenarnya.
Pagi hari, saat kondisi Icha stabil, suamiku telpon. Katanya, kangen sama Icha. Baru saat itulah aku ceritakan semuanya. Maaf ya Pa, Mama gak cerita. Aku gak pingin bikin lebih kawatir.
Setelah demam turn, ternyata muncul ruam-ruam merah di punggung, dada, leher dan muka. Aku ragu, ini alergi atau roseola ???? masa' kena roseola lagi sih????
kalo campak gak mungkin, karena ruam baru muncul saat demam sudah turun.
Selain ruam, Icha juga terserang diare. Total hari Rabu itu ada 12 kali pup cair, berlendir. Cuman aku kasih oralit aja. Ortu sih maksa suruh bawa ke dokter. Tapi aku observasi dulu. Toh Icha juga masih lincah. Gak lemes.
Hampir satu minggu Icha terkena diare. Lama kelamaan gejala mengarah ke disentri. Karena ada serabut-serabut merah seperti darah di pupnya. Langsung aku ambil sampel feses, lalu bawa ke lab untuk cek feses rutin + darah samar. Hasilnya ? negatif semua, kecuali darah samar yang positif. Setelah itu keesokan harinya au putuskan ke dokter, untuk konsultasi. Ternyata dibilang kena GI (GastroIntestinal). Dikasih Sanprima syrup, L-Bio, dan Sangobion Drop. Yang Sanprima gak aku tebus, karena aku yakin Icha gak perlu. Kan hasil bakterinya negatif.
Setelah dapat resep tradisional dari mertua, ternyata diarenya Icha mereda lho. Ini resepnya :
- untuk Icha : kunci dan kunyit dengan perbandingan 1 : 3, diparut. lalu diperas dengan 3-4 sendok makan air. air perasannya didiamin. kalo udah mengendap, ambil yang bagian atas. diamin lagi. setelah mengendap, ambil lagi yang bagian atas. 1 sendok makan aja. tambahkan sedikit madu. minumkan.
- untuk aku : kunyit 5 ruas, dan 6 lembar daun jarak direbus dengan 1 liter air. air rebusannya disaring, lalu diminum 2x sehari, masing-masing setengah gelas. minum selama 3 hari.
Alhamdulillah, setelah minum ramuan ini, besoknya Icha sudah pup normal lagi.
Kamis, 15 April 2010
Roseola, rubella ato campak yach?
Sabtu pagi, 10 April 2010
Badan Icha tiba2 hangat. Aq masih tenang, barangkali karena tingkah polahnya yg udah mulai aktif lagi, pasca demam minggu kemarin. Siangnya, tiba2 suhu tubuhnya meninggi. Demam lagi, batinku. Tapi kali ini gak ada gejala penyerta yg lain. Bbrp kali sih bersin2. Tp aq yakin ini bukan pilek atau flu. Masa' flu lagi?
Aq kasih parasetamol utk menyamankan Icha. Sedikit tenang. Tapi panasnya cuma turun dikit. Yach. Sorenya Icha gak dimandiin deh.
Senin, 12 April 2010
Setelah hampir 72 jam demamnya naik turun, aq memutuskan utk membawa Icha ke dokter. Papa ditelpon, suruh pulang awal. Jam 8 malam siap2. Telpon kliniknya, ternyata masih 3 antrian. Lsg deh berangkat. Sampe sana ya tetep ngantri. Antrian ketiga.
Setelah sekitar 15 menit, akhirnya giliran kita masuk. Wah. Ternyata dokternya enak diajak diskusi. Gak kayak visit sebelumnya, dokternya lg gak mood. Padahal antrian pertama. Huks. Menunggu 2,5 jam, setelah dokter datang, gak sampe 5 menit udah keluar. Sebel kalo ingat waktu itu. Akhirnya skrg milih agak malam aja. Biar gak nunggu terlalu lama. Kasihan Icha.
Balik lagi ke masalah. Kali ini, setelah diskusi, dokter belum bisa memastikan penyebab demamnya Icha. Tetap disuruh observasi sampe 72 jam. Jika ttp demam, harus tes lab. Waktu aq cek surat rujukannya, ada bbrp jenis tes yg harus dilakukan. Tes hematologi lengkap, tes urine lengkap, dan tes widal.
Selasa, 13 April 2010
Akhirnya... Demam Icha udah reda. Ya masih anget sih. Akhirnya ketahuan penyebab demamnya. Ruam merah muncul di wajah dan tubuh. Orang dulu bilang ini gabagen. Sampai skrg aq masih bingung, ini campak, roseola atau rubella. Ruamnya sih di punggung dulu. Terus ke dada, leher lalu wajah. Tapi muncul di punggung saat masih demam tinggi. Setelah demam reda, baru menyebar. Entahlah. Yang pasti, ini sembuh sendiri. Gak ada obat apapun selain parasetamol utk penurun panas.
Setidaknya, bukan ISK, bukan pula DB.
Senin, 05 April 2010
Bukan batpil biasa
Icha emang udah beberapa kali terserang batpil. Maklumlah, kan Icha punya bakat alergi. Tapi batpil kali ini luar biasa. Icha bener-bener drop.
Rabu, 24 Maret 2010.
Mulai meler. Kemarin-kemarinnya sih udah pilek, tp gak meler. Ya cuma ber'upil' aja hidungnya. Nah, meler kali ini dibarengi batuk pula. Uhuk-uhuk, nafas grok-grok, meler, hidung mampet.
Mulai rewel. Tp aq bertahan hometreatment. Toh biasanya sembuh sendiri.
Sabtu, 27 Maret 2010.
Semakin hari kok semakin parah. Gak ada tanda-tanda pemulihan. Waduh. Mana hari minggu papa mudik pula. Sabtu malam, kok aq observasi, Icha mengalami sesak. Definisi sesak disini kalo nafas udah lebih dari 50x per menit. Nah. Skrg Icha udah sesek. Akhirnya aq telpon DSA, eh kok udah pulang. Akhirnya ke dokter umum. Setelah diperiksa, dikatakan kalo sesaknya cuma dahak yg mampet aja. Tp yg lucu, diagnosanya tuh radang tenggorokan. Padahal Icha gak mau buka mulut sama sekali waktu diperiksa. Dibelakang telinga juga gak ada pembesaran kelenjar. Ternyata yg dijadikan patokan dokternya adalah, karena Icha gak mau makan sama sekali, dan maunya nyusu terus. Dioleh-olehin demacolin dan amoxsan. Begitu sampai rumah, obat gak aq minumin. Cuma aq kasih parasetamol aja, karena badannya demam.
Minggu, 28 Maret 2010.
Nafasnya masih sesak. Akhirnya aq kasih obat dari dokter. Kasihan Icha terlalu lama menahan sakit. Aq menganggap saat itu kondisi tubuh Icha gak bisa berperang sendiri melawan penyakit flu yg menyerang. Perlu bantuan obat. Setelah browsing sana sini, aq putuskan untuk memberikan obatnya. Maafin mama ya sayang, kamu terpaksa digujer.
Sore harinya, papa mudik. Berat sebenarnya meninggalkan Icha yg sedang sakit. Tp gimana lagi, sepupu terdekat nikah, mana mungkin gak datang. Berangkatlah papa dengan hati gundah.
Selasa, 30 Maret 2010.
Mulai pagi, Icha rewel luar biasa. Yang biasanya mau makan biskuit walau cuma seperempat keping sehari, kali ini menolak makan apapun. Minum pun cuma mau ASI dan air putih. Sore hari, tanpa sengaja aq lihat di bibir bagian dalam kok putih-putih. Wah. Ini sariawan ato jamur. Aq putuskan ke DSA. Tapi, karena hujan dari pagi yg gak kunjung reda, gak mungkin ke DSA langganan. Jaraknya jauh. Naik becak 2,5 km? Gak mungkin Icha betah. Akhirnya aq ke DSA terdekat. DSA ini adalah DSA waktu aq kecil. Sesampainya disana, aq bener2 surprised!
Pemeriksaan plus anamnesis gak sampe satu menit. What? Kok DSA ini berubah ya? Pemeriksaannya cepet banget. Terkesan gak teliti. Itu baru satu hal. Hal lain yg bikin aq makin terkejut ialah... Puyer! Dan, aq gak th kandungan puyer itu apa aja. Wong aq tanya, eh DSA itu malah bilang, ya ini diminumin aja. Kalo besok masih panas, kesini lagi utk tes darah. Hal ketiga yg bikin aq makin shock adalah diagnosanya. Lha wong diagnosanya asma plus bronkitis. Ha? What a joke.
Jelas2 anak dibawah 3th gak bisa dijudge asma, karena perlu observasi ketat. Kalo bronkitis? Gak bisa ditegakkan tanpa tes rontgen. Lha ini, gampangnya bilang gitu. Itu sama aja nakut-nakuti pasien. Mana disitu ada ibuku lagi. Ya jelas panik dibilangi gitu. Sampai dirumah, hati berontak. Ingin kubuang obat itu. Tp ortu memaksa utk meminumkannya. Aq pasrahkan pada Allah. Aq hanya berdoa, obat ini memberi kesembuhan tanpa dampak negatif yang fatal. Tiap minum obat, aq ingin nangis. Wong dari baunya aja ketahuan pahit banget. Pantesan Icha jerit2 tiap minum obat.
Kamis, 1 April 2010.
Udah 7x minum puyer. Plus 2x minum vitamin. Jadi udah 9x jerit2 tiap minum obat. Alhasil, Icha pun trauma sendok. Tiap liat sendok, nangis. Bahkan, saat aq yang minumin obat, setelah itu dia gak mau tak gendong. Kecuali dia nyusu. Gimana gak sedih, ditolak sama anak. Sudah muntah bbrp kali, dahak pun keluar. Sesak mulai berkurang. Pilek udah sembuh. Tinggal batuknya aja.
Jam 7 malam, papa datang. Padahal acara di kampung belum selesai. Tp papa gak tega ninggalin Icha terlalu lama. Apalagi denger kabar Icha dapat puyer.
Beneran, begitu papa datang, Icha langsung minta gendong. Dan, minta titah pula. Ya ampun nak, badanmu lho masih lemah. Tp keinginannya yg kuat banget.
Sabtu, 3 April 2010.
Batuk udah agak reda. Tp sesekali masih grok2. Putih-putih di mulut tambah banyak. Akhirnya aq kasih kandistatin. Putih-putih itu jamur. Oral thrush dalam bahasa medisnya. Setelah ditetesin bbrp kali, terlihat hasilnya. Tp yang di lipatan gusi dan bibir masih banyak, karena obatnya keburu ditelan. Ya, anak segitu kan blm bisa kumur-kumur. Gpp deh. Ditelatenin. Biar cepet sembuh.
Oh ya. Maemnya udah semangat. Meskipun maem dalam porsi kecil, tp yang bikin seneng, Icha mangap2 terus. Pertanda dia antusias sama makanannya. Alhamdulillah.
Badannya kurus, entah turun berapa ons. Gak papa, yang penting skrg udah sehat. Kalo kata orang sih, itu sakitnya anak yg mau jalan. Amin. Moga2 cepet bisa jalan.
Langganan:
Postingan (Atom)